TUGAS
UTS
1.
Menurut saudara, apa urgensi mempelajari
Pengantar Psikologi Pada jurusan BKI....?
Menurut saya, mempelajari pengantar
Psikologi dalam jurusan BKI sangat penting, karena Psikologi adalah ilmu yang
mempelajari kejiwaan, dalam jurusan BKI sendiri sangat membutuhkan ilmu
kejiwaan, apa lagi sebagai konselor yaitu untuk mengetahui dan menganalisis
dari seorang klien dalam membantu memecahkan masalah, supaya klien tersebut
bisa dan mampu menumbuhkan rasa kepercayaan dirinya untuk menjadi manusia yang
lebih baik. Selain itu, kita sebagai manusia/makhluk sosial, membutuhkan ilmu
pengetahuan tentang kejiwaan, sebab manusia akan menjadi manusia bila ia hidup
dengan manusia lainnya, jadi saling membutuhkan. Sedangkan dalam BKI sendiri
nantinya akan menemui manusia-manusia yang mempunyai banyak problem atau
masalah, baik dari kejiwaannya, kehidupannya, dan lain sebagainya. Sebenarnya
yang namanya konseling itu anak atau cabang dari Psikologi, bahkan secara
khusus dapat dikatakan bahwa konseling merupakan aplikasi dari psikologi,
terutama jika dilihat dari tujuan, teori yang digunakan, dan proses
penyelenggaraannya. Oleh karena itu telaah mengenai konseling dapat disebut
dengan psikologi konseling, nah itulah kenapa penting mempelajari pengantar
psikologi dalam jurusan Bimbingan dan Konseling Islam.
2.
Jika menurut saudara Ilmu Jiwa dengan
Psikologi itu beda, terangkan....?
Sebenarnya Paikologi dengan Ilmu
Jiwa menurut isinya itu sama, karena kata psychology itu mengandung kata
psyche, yang dalam bahasa yunani berarti jiwa dan kata logos yang dapat
diterjemahkan dengan kata “ilmu”, jadi istilah “ilmu jiwa” itu
merupakan terjemahan belaka dari pada istilah”psychology”.Namun
jika di liyat dengan kesadaran, bahwa adanya perbedaan yang jelas dalam
artinya. Yaitu : “deluk12.wordpress.com”
- Ilmu jiwa itu adalah istilah
bahasa Indonesia sehari-hari dan yang dikenal oleh tiap-tiap orang,
sehingga kita bisa menggunakannya dalam artian yang luas dan telah
lazim dipahami oleh orang. Pengetahuan” suatu istilah yang “scientific”,
sehingga kita dapat mempergunakannya untuk menunujukan kepada pengetahuan
ilmu jiwa yang bercorak ilmiah tertentu.
- Ilmu-jiwa bisa kita gunakan
dalam arti yang lebih luas dari pada istilah “psychology”. Ilmu
jiwa meliputi segala pemikiran, pengetahuan, tanggapan, tetapi jugaa
segala khayalan dan spekulasi mengenai jiwa itu. Psychology meliputi ilmu
pengetahuan mengenai jiwa yang diperoleh secara sistematis dengan
metode-metode ilmiah yang memenuhi syarat-syaratnya psychology pada zaman
sekarang ini.
Dengan
sedikit penjelasan diatas, mungkin agak jelas, bahwa apa saja yang bisa disebut
dengan ilmu-jiwa itu belum tentulah”psykhologi”, tetapi
psykhologi itu senantiasa juga ilmu jiwa. Contoh: Apabila kita secara kita
secara kebetulan mendapatkan kesan-kesan umum mengenai kecakapn dan sifat-sifat
kepribadian seseorang, dalam hal itu kita sudah berkegiatan ilmu jiwa.
- Terangkan, bahwa faktor Neurobiologis itu
mempengaruhi perilaku manusia. Dan lengkapi dengan ayat-ayat Al-Qur’an
yang terkait ?
Dalam diri
manusia, faktor Neurobiologis sangatlah mempengaruhi perilaku manusia karena
semua apa yang di kerjakan atau di lakukan oleh manusia, itu di gerakan oleh
Neurobiologis, mulai dari mengedipkan kelopak mata sampai bermain tenis atau
memecahkan soal persamaan matematika, tergantung pada integrasi berbagai proses
dalam tubuh.
Sebagai contoh, ssemua proses yng harus
berkoordinasi secara efektif sehingga kita dapat menghentikan mobil kita pada
saat lampu lalu lintas merah. Pertama-tama, kita harus memperhatikan lampu lalu
lintas itu, ini berarti bahwa cahaya itu harus mengenai salah satu organ indera
kita, yaitu mata. Impuls saraf mata di pancarkan ke otak kita dimana berbagai stimulus
penting di analisis dan di bandingkan dengan informasi kejadian lampau yang
tersimpan dalam ingatan kita. Kita mengetahui bahwa lampu merah dalam beberapa
keadaan berarti ‘’stop’’, dan proses penggerakan kaki kita ke pedal rem dan
menekannya didorong oleh bagian motorik otak yang mengendalikan otot-otot tungkai
kaki dan telapak kaki. Dan supaya dapat menyampaikan petunjuk yang sesuai
kepada otot ini, otak harus mengetahui dimana letak kaki dan kemana kaki itu
ingin kita gerakan.
Berikut
ayat-ayat Al-Qur’an yang terkait dengan Neurobiologis :
‘’Ketahuilah, sungguh jika dia tidak berhenti (berbuat demikian)
niscaya Kami tarik ubun-ubunnya,
(yaitu) ubun-ubun orang yang mendustakan lagi durhaka.
(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan
mereka berpikir tentang penciptaan langit
dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini
dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka. [Ali-Imran (3):191]
DisusunOleh
:
|
Sholeh
Ariyanto
|
:
|
12220025
|
JURUSAN
BIMBINGAN KONSELING ISLAM
FAKULTAS
DAKWAH
2012