Tuesday, 6 November 2012



TUGAS UTS
1.      Menurut saudara, apa urgensi mempelajari Pengantar Psikologi Pada jurusan BKI....?

Menurut saya, mempelajari pengantar Psikologi dalam jurusan BKI sangat penting, karena Psikologi adalah ilmu yang mempelajari kejiwaan, dalam jurusan BKI sendiri sangat membutuhkan ilmu kejiwaan, apa lagi sebagai konselor yaitu untuk mengetahui dan menganalisis dari seorang klien dalam membantu memecahkan masalah, supaya klien tersebut bisa dan mampu menumbuhkan rasa kepercayaan dirinya untuk menjadi manusia yang lebih baik. Selain itu, kita sebagai manusia/makhluk sosial, membutuhkan ilmu pengetahuan tentang kejiwaan, sebab manusia akan menjadi manusia bila ia hidup dengan manusia lainnya, jadi saling membutuhkan. Sedangkan dalam BKI sendiri nantinya akan menemui manusia-manusia yang mempunyai banyak problem atau masalah, baik dari kejiwaannya, kehidupannya, dan lain sebagainya. Sebenarnya yang namanya konseling itu anak atau cabang dari Psikologi, bahkan secara khusus dapat dikatakan bahwa konseling merupakan aplikasi dari psikologi, terutama jika dilihat dari tujuan, teori yang digunakan, dan proses penyelenggaraannya. Oleh karena itu telaah mengenai konseling dapat disebut dengan psikologi konseling, nah itulah kenapa penting mempelajari pengantar psikologi dalam jurusan Bimbingan dan Konseling Islam.

2.      Jika menurut saudara Ilmu Jiwa dengan Psikologi itu beda, terangkan....?

Sebenarnya Paikologi dengan Ilmu Jiwa menurut isinya itu sama, karena kata psychology itu mengandung kata psyche, yang dalam bahasa yunani berarti jiwa dan kata logos yang dapat diterjemahkan dengan kata “ilmu”, jadi istilah “ilmu jiwa” itu merupakan terjemahan belaka dari pada istilah”psychology”.Namun jika di liyat dengan kesadaran, bahwa adanya perbedaan yang jelas dalam artinya. Yaitu : “deluk12.wordpress.com”
  1. Ilmu jiwa itu adalah istilah bahasa Indonesia sehari-hari dan yang dikenal oleh tiap-tiap orang, sehingga kita bisa menggunakannya dalam artian yang luas  dan telah lazim dipahami oleh orang. Pengetahuan” suatu istilah yang “scientific”, sehingga kita dapat mempergunakannya untuk menunujukan kepada pengetahuan ilmu jiwa yang bercorak ilmiah tertentu.
  2. Ilmu-jiwa bisa kita gunakan dalam arti yang lebih luas dari pada istilah “psychology”. Ilmu jiwa meliputi segala pemikiran, pengetahuan, tanggapan, tetapi jugaa segala khayalan dan spekulasi mengenai jiwa itu. Psychology meliputi ilmu pengetahuan mengenai jiwa yang diperoleh secara sistematis dengan metode-metode ilmiah yang memenuhi syarat-syaratnya psychology pada zaman sekarang ini.
Dengan sedikit penjelasan diatas, mungkin agak jelas, bahwa apa saja yang bisa disebut dengan ilmu-jiwa itu belum tentulah”psykhologi”, tetapi psykhologi itu senantiasa juga ilmu jiwa. Contoh: Apabila kita secara kita secara kebetulan mendapatkan kesan-kesan umum mengenai kecakapn dan sifat-sifat kepribadian seseorang, dalam hal itu kita sudah berkegiatan ilmu jiwa.
  1. Terangkan, bahwa faktor Neurobiologis itu mempengaruhi perilaku manusia. Dan lengkapi dengan ayat-ayat Al-Qur’an yang terkait ?
Dalam diri manusia, faktor Neurobiologis sangatlah mempengaruhi perilaku manusia karena semua apa yang di kerjakan atau di lakukan oleh manusia, itu di gerakan oleh Neurobiologis, mulai dari mengedipkan kelopak mata sampai bermain tenis atau memecahkan soal persamaan matematika, tergantung pada integrasi berbagai proses dalam tubuh.
 Sebagai contoh, ssemua proses yng harus berkoordinasi secara efektif sehingga kita dapat menghentikan mobil kita pada saat lampu lalu lintas merah. Pertama-tama, kita harus memperhatikan lampu lalu lintas itu, ini berarti bahwa cahaya itu harus mengenai salah satu organ indera kita, yaitu mata. Impuls saraf mata di pancarkan ke otak kita dimana berbagai stimulus penting di analisis dan di bandingkan dengan informasi kejadian lampau yang tersimpan dalam ingatan kita. Kita mengetahui bahwa lampu merah dalam beberapa keadaan berarti ‘’stop’’, dan proses penggerakan kaki kita ke pedal rem dan menekannya didorong oleh bagian motorik otak yang mengendalikan otot-otot tungkai kaki dan telapak kaki. Dan supaya dapat menyampaikan petunjuk yang sesuai kepada otot ini, otak harus mengetahui dimana letak kaki dan kemana kaki itu ingin kita gerakan.

Berikut ayat-ayat Al-Qur’an yang terkait dengan Neurobiologis :

‘’Ketahuilah, sungguh jika dia tidak berhenti (berbuat demikian) niscaya Kami tarik ubun-ubunnya,

(yaitu) ubun-ubun orang yang mendustakan lagi durhaka.


(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka berpikir tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka. [Ali-Imran (3):191]




DisusunOleh :
Sholeh Ariyanto
:
12220025


JURUSAN BIMBINGAN KONSELING ISLAM
FAKULTAS DAKWAH
2012

luvne.com resepkuekeringku.com desainrumahnya.com yayasanbabysitterku.com

0 comments:

Post a Comment